GKBI Meriahkan Batik Resilience Hub 2026 di Jakarta, Menteri Ikut Mencanting
Oleh Citra | Kategori: GKBI GROUP | 24 Apr 2026 | Dilihat: 45x
Jakarta, 18 April 2026 – Pameran batik dalam rangka Indo Intertex 2026 bertajuk Batik Resilience Hub yang berlangsung pada 15–18 April 2026 di JI Expo Kemayoran berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Pameran ini menjadi sorotan dengan mengusung tema “Safeguarding the National Textile Industry”, yang menegaskan pentingnya menjaga ketahanan industri tekstil nasional di tengah dinamika global. Berbagai koleksi batik unggulan ditampilkan, mulai dari motif tradisional hingga inovasi modern yang menunjukkan perkembangan industri batik Indonesia.

Pameran tersebut turut dihadiri oleh jajaran pemerintah, di antaranya Menteri Perdagangan Republik Indonesia yaitu Bapak Dr. Budi Santoso, M.Si. dan Menteri Perindustrian Republik Indonesia yaitu Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita. Kehadiran kedua menteri ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan industri batik Indonesia.

Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) menjadi salah satu peserta yang turut memeriahkan pameran dengan menghadirkan berbagai koleksi batik unggulan dari berbagai daerah. Booth GKBI menjadi daya tarik tersendiri karena tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menyediakan fasilitas edukasi membatik secara langsung. Pengunjung diberikan kesempatan untuk mencoba proses membatik menggunakan canting pada kain yang telah disiapkan. Menariknya, Bapak Menteri dari Kemendag dan Kemenperin juga turut berpartisipasi mencoba mencanting, didampingi oleh para pengrajin batik dari GKBI. Momen ini menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan pelaku industri sekaligus bentuk apresiasi terhadap seni dan budaya batik.

Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Toha selaku Ketua GKBI, Bapak Edy Santosa selaku Direktur GKBI Investment, serta Bapak Esuka Haris selaku Direktur Utama PC. GKBI Medari beserta jajaran. Kehadiran para pimpinan ini memperkuat peran GKBI dalam mendorong kemajuan industri batik nasional melalui inovasi dan kolaborasi.
Menurut Bapak Toha keikutsertaan dalam pameran ini adalah bentuk kontribusi aktif koperasi dalam memperkenalkan batik lokal ke pasar yang lebih luas. “Pameran ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk terus menjaga dan mengembangkan batik sebagai warisan budaya sekaligus kekuatan ekonomi nasional. Kami sangat mengapresiasi antusiasme semua pihak, termasuk dukungan pemerintah yang turut hadir dan berpartisipasi langsung. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin memperkuat posisi batik Indonesia di pasar dunia.” ujarnya.

Dengan konsep yang menggabungkan pameran produk dan edukasi interaktif, Batik Resilience Hub 2026 berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari pelaku industri, buyer, hingga masyarakat umum. Diharapkan kegiatan ini dapat terus mendorong kecintaan terhadap batik sekaligus memperluas pasar batik Indonesia ke tingkat global.

